Berita  

BADKO HMI Sulsel Tolak Produk Air Minum Kemasan dari Sumur Bor: Seruan Menjaga Air Tanah dan Kurangi Limbah Plastik

Makassar, SULSELNEWS.id — Bidang Lingkungan Hidup BADKO Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sulawesi Selatan menyampaikan penolakan tegas terhadap aktivitas produksi air minum dalam kemasan (AMDK) yang bersumber dari eksploitasi air tanah melalui sumur bor. 

Aktivitas industri tersebut dinilai telah mengakibatkan penurunan cadangan air tanah, kerusakan ekosistem, serta peningkatan volume limbah plastik di berbagai wilayah Sulawesi Selatan.

Terbaru, salah satu produk Air Minum Aqua yang tengah disorot akibat mengklaim mengambil air dari sumber mata air pegunungan ternyata hanya bersumber dari sumur bor, menurutnya, praktik tersebut juga terjadi di Sulawesi Selatan yang dilakukan oleh beberapa produk air minum yang di produksi di Sulawesi Selatan.

Dalam keterangan resminya, Bidang Lingkungan Hidup menegaskan bahwa eksploitasi air tanah oleh perusahaan air minum kemasan merupakan bentuk ketidakadilan ekologis. 

Air tanah yang seharusnya menjadi sumber kehidupan masyarakat kini berubah menjadi komoditas yang dikendalikan oleh korporasi besar. Hal ini memicu penurunan ketersediaan air bersih bagi warga sekitar, terutama di musim kemarau.

“Kami menolak keras praktik pengambilan air tanah secara besar-besaran oleh perusahaan air minum kemasan. Air adalah hak rakyat, bukan komoditas bisnis. Eksploitasi yang berlebihan telah menurunkan keseimbangan lingkungan dan mengancam keberlanjutan sumber daya air di Sulsel,” tegas Ketua Bidang Lingkungan Hidup, Ahmad Muzawir Saleh pada Kamis (23/10/2025).

Selain masalah air tanah, Bidang Lingkungan Hidup juga menyoroti masalah serius limbah plastik dari botol air kemasan. Setiap tahun, ribuan ton sampah plastik dihasilkan dari konsumsi air kemasan yang sebagian besar tidak terdaur ulang. Plastik-plastik tersebut mencemari sungai, laut, dan bahkan rantai makanan yang dikonsumsi manusia.

“Limbah plastik dari industri air kemasan menjadi ancaman nyata bagi kehidupan laut dan kesehatan manusia. Kami menyerukan penghentian ketergantungan pada plastik sekali pakai dan mendorong penggunaan wadah isi ulang ramah lingkungan,” lanjut pernyataan tersebut.

Gerakan penolakan ini merupakan bagian dari komitmen BADKO HMI Sulsel untuk mewujudkan keadilan ekologis dan kedaulatan rakyat atas sumber daya alam. 

Bidang Lingkungan Hidup menegaskan bahwa perjuangan menjaga air tanah bukan sekadar isu lingkungan, tetapi juga isu moral dan kemanusiaan.

“Menjaga air berarti menjaga kehidupan. Kami berdiri bersama rakyat dan alam, menolak eksploitasi air tanah dan menyerukan revolusi kesadaran ekologis,” tutup pernyataan Bidang Lingkungan Hidup BADKO HMI Sulsel.

Terbaru, salah satu produk Air Minum yang mengklaim mengambil air dari sumber mata air pegunungan ternyata hanya bersumber dari sumur bor, menurutnya, praktik tersebut juga terjadi di Sulawesi Selatan yang dilakukan oleh beberapa produk air minum yang di produksi di Sulawesi Selatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *