MAKASSAR, SULSEL.News — Program Studi (Prodi) Teknik Elektro Universitas Islam Makassar (UIM) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama dua mitra industri strategis, yaitu PT PLN (Persero) UIP3B Sulawesi dan PT Surveyor Indonesia Cabang Makassar. Kegiatan ini bertujuan menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan dan perkembangan dunia kerja.
FGD berlangsung pada Rabu (5/11), pukul 09.00–12.00 WITA, di Ruang Pertemuan Fakultas Teknik UIM. Acara dibuka oleh Wakil Rektor I UIM yang menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Fakultas Teknik, khususnya Prodi Teknik Elektro, dalam menjembatani dunia akademik dan industri.
> “Universitas Islam Makassar berkomitmen memperkuat sinergi dengan dunia usaha dan industri. Melalui FGD ini, kami memastikan kurikulum tetap relevan dengan kebutuhan lapangan serta mendorong inovasi dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi,” ujar Wakil Rektor I UIM.
Dekan Fakultas Teknik UIM menambahkan bahwa masukan dari mitra industri menjadi elemen penting dalam penyusunan kurikulum.
> “Masukan dari industri akan kami integrasikan ke dalam pembelajaran hingga tingkat Rencana Pembelajaran Semester (RPS), agar mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” ungkapnya.
Ketua Prodi Teknik Elektro UIM, Muhammad Khaidir, ST., MT., menjelaskan bahwa FGD ini merupakan langkah strategis untuk memastikan visi keilmuan Teknik Elektro tetap sejalan dengan kebutuhan industri dan tantangan era digital.
> “Kami ingin menggali kompetensi yang dibutuhkan industri dan memahami perkembangan teknologi baru, seperti smart grid, renewable energy, sistem proteksi, dan digitalisasi kelistrikan,” kata Khaidir.
Dalam sesi diskusi, perwakilan PT PLN UIP3B Sulawesi, Firman, menekankan pentingnya penguasaan teknologi terkini dalam sistem tenaga listrik.
> “Mahasiswa perlu menguasai perangkat analisis seperti ETAP atau DigSilent, memahami konsep smart grid, SCADA, serta menerapkan prinsip keselamatan kerja (K3) dan standar nasional seperti PUIL dan SNI,” ujarnya. Ia juga menyatakan kesiapan PLN untuk mendukung kegiatan magang, sertifikasi teknis, dan pelatihan digitalisasi sistem tenaga listrik bagi mahasiswa serta dosen UIM.
Sementara itu, Deputi Manajer PT Surveyor Indonesia Cabang Makassar, Ir. Zulkifli, ST., MT., menyoroti kebutuhan akan tenaga ahli yang berintegritas dan teliti dalam bidang inspeksi serta sertifikasi.
> “Lulusan Teknik Elektro harus mampu memahami standar mutu, membaca gambar teknik, dan melakukan pengujian instalasi listrik. Kompetensi ini penting dalam dunia kerja yang menekankan penjaminan mutu dan keselamatan,” jelasnya. Ia juga mengusulkan kerja sama dalam bentuk joint testing dan field inspection practice sebagai bagian dari pembelajaran berbasis proyek.
Kegiatan FGD berlangsung interaktif dan menghasilkan sejumlah rekomendasi yang akan menjadi bahan penyusunan kurikulum baru Prodi Teknik Elektro UIM tahun 2025, yang lebih aplikatif dan berorientasi industri.
Menutup kegiatan, Khaidir menyampaikan harapannya agar kolaborasi antara UIM dan mitra industri dapat terus berlanjut.
> “Kami berharap kerja sama ini menjadi langkah awal menuju kemitraan berkelanjutan dalam bidang riset, pelatihan, dan sertifikasi profesi, guna mencetak SDM unggul di bidang ketenagalistrikan dan energi berkelanjutan,” pungkasnya.












