Makassar, SULSELNEWS.id — Pimpinan Daerah SATRIA (Satuan Relawan Indonesia Raya) Sulawesi Selatan menyampaikan apresiasi atas langkah tegas DPP KNPI yang mengambil alih penyelenggaraan Musda KNPI Sulsel Ke-XVI.
Keputusan ini menyusul kegaduhan yang terjadi pada pelaksanaan Musda di Hotel Horison Makassar, 9 Desember 2025, akibat persoalan verifikasi Organisasi Kepemudaan (OKP) peserta.
Ketua SATRIA Sulsel, Rusli Ramli, menilai intervensi DPP merupakan upaya menjaga marwah organisasi pemuda agar tetap berada dalam koridor konstitusi. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut penting untuk memastikan proses Musda berjalan objektif, transparan, dan bebas dari tarik-menarik kepentingan yang dapat mencederai integritas forum pemuda terbesar di Sulawesi Selatan.
“KNPI Sulsel adalah rumah pemuda,” ujar Rusli.
“Kehadiran DPP bukan untuk menghambat, tetapi untuk memastikan Musda berjalan sesuai aturan organisasi dan menghasilkan keputusan yang bermartabat.” tambahnya.
Sebagai organisasi sayap Partai Gerindra, SATRIA Sulsel juga diketahui memberikan dukungan terhadap figur Taufiq Husaini selaku mantan Ketua Umum Badko HMI Sulselbar yang disebut-sebut sebagai salah satu tokoh pemuda yang layak memimpin KNPI Sulsel ke depan.
Keterlibatan SATRIA dalam dinamika Musda kali ini dipandang sebagai bagian dari kontribusi positif dalam mendorong kepemimpinan pemuda yang memiliki rekam jejak kuat, visi kebangsaan, dan kapasitas konsolidasi yang teruji.
Rusli menegaskan bahwa orientasi utama SATRIA adalah memastikan Musda kembali pada esensinya: kompetisi gagasan, pembinaan generasi muda, dan pemilihan pemimpin yang mampu membawa KNPI Sulsel menjadi ruang kolaborasi dan pemberdayaan, bukan arena konflik kepentingan.
“Ewako. Kita jaga rumah pemuda ini dengan integritas, Musda harus menjadi momentum memperkuat persatuan dan masa depan pemuda Sulawesi Selatan, bukan sebaliknya” tegasnya.












