MAKASSAR, SULSEL.News — Sun Squad Institute (SSI), lembaga riset, kajian, dan relawan publik, meresmikan Kantor Bersama pada Senin (12/1/2026) di Makassar. Peresmian ini menjadiP penanda komitmen SSI dalam mendorong pengembangan riset berbasis data serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam isu sosial-politik dan kebijakan publik.
Momentum peresmian dirangkaikan dengan dialog awal tahun bertajuk NGOPI (Ngobrol Pintar) yang menghadirkan figur kepemimpinan daerah sebagai role model, yakni Husniah Talenrang dan Bupati Maros. Diskusi tersebut menghadirkan panelis Prof. Zakir Sabara, Harmansyah, serta perwakilan Polrestabes Kota Makassar, dengan tema Peran Pemerintah dalam Pelayanan Publik yang Bersentuhan Langsung dengan Masyarakat.
Ketua Panitia, Muhammad Ahlus, mengatakan kehadiran SSI merupakan wujud tanggung jawab sosial anak muda Sulawesi Selatan untuk berpartisipasi aktif mendorong perubahan sosial. “Pemuda diharapkan hadir bersama-sama mendorong daerah dan bangsa agar lebih produktif, baik sebagai mitra kritis maupun solusi nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, SSI lahir dari kebutuhan partisipatif merespons kondisi nasional yang berdampak hingga ke daerah, sehingga memerlukan gerak bersama lintas elemen masyarakat dengan menghidupkan kembali tradisi gotong royong. Menurutnya, program pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Gowa menjadi salah satu rujukan, antara lain melalui skema orang tua asuh (OTA) dan pembentukan Satuan LACAK sebagai garda pengawasan sosial. Model tersebut dinilai layak didorong untuk direplikasi di daerah lain di Sulawesi Selatan dan Indonesia.
Direktur Strategis SSI, Hendra Ningrat, menegaskan lembaga ini hadir untuk menjawab kebutuhan riset independen yang mudah diakses publik serta gerakan relawan yang terorganisasi dan berkelanjutan. “SSI menjembatani dunia akademik dengan masyarakat. Hasil riset tidak berhenti pada laporan, tetapi dimanfaatkan untuk aksi nyata, salah satunya melalui program Relawan Rakyat,” katanya.
Secara kelembagaan, Sun Squad Institute berfokus pada riset kebijakan publik, pendidikan, lingkungan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. SSI juga membuka ruang partisipasi relawan dari beragam latar belakang—mahasiswa, peneliti muda, hingga profesional—yang tidak hanya terjun ke lapangan, tetapi dibekali pemahaman riset agar setiap kegiatan memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Dialog NGOPI awal tahun ini dihadiri akademisi, perwakilan organisasi masyarakat sipil, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Ke depan, SSI menargetkan pembentukan jaringan relawan di 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan melalui kolaborasi dengan pemerintah, kampus, dan aktivis, guna memperluas dampak program dan mendorong pembangunan yang partisipatif serta berkelanjutan.












