Oleh : Nur Rasyida Isnaeni
PANGKEP, SULSEL.News — Sejumlah persoalan yang dihadapi perempuan pada masa kini kian menjadi sorotan publik. Beban peran ganda, tekanan standar kecantikan di media sosial, serta meningkatnya kekerasan berbasis gender muncul sebagai tantangan serius di tengah laju modernisasi dan perkembangan teknologi.
Di satu sisi, perempuan kini memiliki peluang lebih besar untuk mengakses pendidikan dan berpartisipasi di dunia kerja. Namun, kemajuan tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh perubahan struktur sosial yang setara. Banyak perempuan tetap memikul tanggung jawab domestik secara dominan meski aktif di ruang publik. Situasi ini berdampak pada kelelahan fisik dan psikologis, yang pada akhirnya memengaruhi kualitas hidup.
Perkembangan media digital turut menghadirkan tekanan baru. Paparan standar kecantikan yang tidak realistis dan tersebar luas di media sosial mendorong perempuan untuk memenuhi ekspektasi penampilan tertentu. Kondisi tersebut berimplikasi pada kesehatan mental, khususnya bagi remaja dan perempuan muda, seperti menurunnya rasa percaya diri dan meningkatnya kecemasan.
Sementara itu, isu kekerasan terhadap perempuan masih menjadi perhatian utama. Bentuk kekerasan tidak hanya terbatas pada fisik, tetapi juga verbal, psikologis, dan digital. Pelecehan di ruang daring kerap menimpa perempuan, namun banyak kasus tidak terungkap akibat stigma, rasa takut, serta terbatasnya perlindungan bagi korban.
Berbagai organisasi perempuan dan komunitas masyarakat sipil terus mendorong penguatan edukasi gender serta perlindungan hukum. Mereka menilai, peningkatan kesadaran kolektif dan kebijakan yang berpihak pada keadilan gender menjadi langkah penting untuk menjawab tantangan tersebut.
Pemerintah juga didesak memperkuat regulasi dan memastikan implementasi kebijakan yang melindungi hak-hak perempuan. Kolaborasi antara negara, keluarga, dan masyarakat dinilai krusial dalam mewujudkan lingkungan yang aman, adil, dan setara.
Ragam isu mutakhir ini menegaskan bahwa kemajuan zaman perlu diimbangi dengan komitmen bersama untuk menjamin kesejahteraan, keamanan, serta peran strategis perempuan dalam pembangunan nasional.










