Berita  

Aktivis Sinjai Desak Kejati Ambil Alih Dugaan Korupsi Hotmix Jalan di Sinjai Senilai 25 M

Makassar, SULSELNEWS.id – Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Muzawir terus mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel untuk mengambil alih dugaan kasus korupsi pengerjaan hotmix jalan di Kabupaten Sinjai senilai 25 Miliar Rupiah.

Dugaan korupsi tersebut adalah pengerjaan jalan Hotmix Paket II, Jalan Banoa yang bergabung dengan ruas jalan Bonto-Lappadata, ruas jalan Gareccing-Dada, ruas jalan Lingkar Banoa, ruas jalan Serre-Caboro, ruas jalan Topangka-Amessing.

“Kejati Sulsel kami pikir harus mengambil alih kasus tersebut agar dapat diselidiki dan diamati secara terbuka oleh masyarakat luas” ungkapnya Jumat (07/06/2024).

Paket tersebut sendiri adalah pekerjaan dari dinas PUPR Kabupaten Sinjai yang senilai Rp.25.338.198.533 dengan menggunakan DAK tahun 2023 dikerjakan oleh Rekanan (Kontraktor) Pelaksana PT Catur Jaya Prima Sejahtera dengan waktu pelaksana 180 hari kalender (5 Juni S/d 31 Desember 2023).

“Saya rasa yang paling harus di periksa adalah perusahaan pelaksana konstruksi dan juga Kadis PUPR Kab. Sinjai yang kami nilai tidak melakukan pengawasan yang baik terhadap pengerjaan paket tersebut” ucapnya.

Bagaimana tidak, pasalnya menurut Muzawir pekerjaan tersebut baru berusia beberapa bulan namun sudah menunjukkan kerusakan-kerusakan yang terjadi, sehingga ia menilai pekerjaan tersebut diduga tidak memenuhi standar kualitas yang ada.

“Kami duga ada permainan dalam proses pengerjaannya sebab masa baru beberapa bulan sudah terjadi kerusakan” ungkapnya.

Untuk diketahui, kasus tersebut saat ini telah menjadi lirikan Polres Sinjai untuk ditelusuri lebih dalam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *