Opini  

Pesona Arsitektur Masjid di Tanah Bugis: Eksplorasi Budaya Islam di Sulawesi Selatan

Penulis: Wahidin Arrafani, IAI DDI Sidenreng Rappang
& Ismail Suardi Wekke, IAIN Sorong, Papua Barat Daya

SULSELNEWS.id – Sulawesi Selatan, tanah leluhur Bugis, tak hanya tersohor dengan keindahan alamnya yang memesona, tetapi juga kekayaan budayanya yang kental, termasuk dalam arsitektur masjidnya. Masjid-masjid di Sulawesi Selatan tak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga cerminan sejarah, budaya, dan identitas masyarakat Bugis yang religius.

Arsitektur masjid di Sulawesi Selatan merupakan perpaduan budaya Islam dengan tradisi lokal. Bentuk atap masjid yang tumpang tiga, seperti Masjid Al Markaz Al Islami. Penggunaan ornamen kayu dan ukiran yang rumit mencerminkan keahlian seni ukir masyarakat Bugis.
Pengaruh Islam terlihat jelas pada penggunaan kaligrafi Arab yang menghiasi dinding dan mimbar masjid. Pengaruh budaya Melayu juga terlihat pada bentuk kubah masjid yang bulat dan bertingkat, seperti Masjid Kampung Melayu yang berada di kawasan pelabuhan.

Beberapa masjid di Sulawesi Selatan memiliki keunikan arsitekturnya yang menarik, seperti: Masjid Katangka, Gowa. Ini merupakan masjid pertama di Sulawesi Selatan yang ketika itu masih dengan nama Kerajaan Gowa. Sementara di pemerintahan Syahrul Yasin Limpoe didirikan Masjid 99 Kubah. Sekaligus ini menjadi masjid Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Di selatan pulau Sulawesi, kabupaten Bulukumba menjadi rumah bagi Masjid Islamic Center Dato Tiro. Merupakan masjid ikonik yang menjadi kesyukuran masyarakat Bulukumba dan Sulawesi Selatan secara umum. Masjid ini tak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi tujuan wisata religi karena keindahan arsitekturnya.

Dibangun di atas tanah milik pemerintah Kabupaten Bulukumba, Masjid Islamic Center Dato Tiro. Masjid ini diberi nama Dato Tiro sebagai bentuk penghormatan kepada Dato Tiro, seorang pejuang dan ulama ternama di Sulawesi Selatan. Masjid Islamic Center Dato Tiro memiliki perpaduan gaya arsitektur Islam, Melayu, dan Bugis.

Masjid Islamic Center Dato Tiro tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat. Kompleks masjid ini dilengkapi dengan halaman parker yang luas sekaligus menjadi “rest area” bagi musafir.

Menjelajahi masjid-masjid di Sulawesi Selatan tak hanya memanjakan mata dengan keindahan arsitekturnya, tetapi juga membuka jendela untuk memahami budaya Islam di tanah Bugis. Pengunjung dapat mempelajari sejarah Islam di Sulawesi Selatan, tradisi lokal yang berkaitan dengan masjid, dan peran masjid dalam kehidupan masyarakat Bugis.

Satu lagi, Masjid Ad-Da’wah Mangkoso. Ini sekaligus menjadi pusat pembelajaran bagi santri dan mahasantri dengan tetap terbuka bagi masyarakat luas. Masjid Ad-Da’wah Mangkoso berada di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) DDI Mangkoso. Hal ini membuat masjid ini kerap menjadi tempat berlangsungnya kajian-kajian ilmu agama Islam. Para santri dan masyarakat umum dapat mengikuti pengajian rutin yang diadakan setelah shalat Magrib dan Isya, yang dibawakan oleh ulama dan ustaz ternama dari sekitar Ponpes DDI Mangkoso.

Selain sebagai pusat kajian Islam, Masjid Ad-Da’wah Mangkoso juga menjadi tempat ziarah yang sering dikunjungi masyarakat. Di sekitar area masjid terdapat makam tokoh penting, yaitu Makam Anregurutta K.H. Abdurrahman Ambo Dalle. Para peziarah yang datang ke masjid ini tidak hanya masyarakat setempat, tetapi juga peziarah dari luar daerah yang menempuh perjalanan jauh untuk setakat menziarahi makam ini.

Masjid-masjid di Sulawesi Selatan merupakan aset budaya yang berharga dan perlu dilestarikan. Keindahan arsitekturnya, nilai sejarahnya, dan peran sosialnya menjadikannya tempat yang menarik untuk dikunjungi dan dipelajari. Mengunjungi masjid-masjid di Sulawesi Selatan bukan hanya wisata religi, tetapi juga eksplorasi budaya Islam yang kaya dan penuh pesona.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *